Jenis Pola Dasar Japanese Candlestick

Jenis Pola Dasar Japanese Candlestick

Ada beberapa jenis dan pola dasar Japanese candlestick yang sering digunakan trader dalam menganalisa grafik candlestick. Beberapa diantaranya adalah spinning tops, marubozu, dan doji. Berikut kita coba bahas mengenai ketiga jenis candlestick jenis tersebut:

Spinning Tops


Pola Candlestick Spinning Tops

Japanese candlestick dengan upper shadow panjang, lower shadow yang panjang, dan bodi kecil disebut spinning tops.Warna bodi diabaikan, jadi entah warna bodinya putih atau hitam tetap disebut spinning tops. Pola tersebut mengindikasikan keragu-raguan antara pembeli (buyers) dan penjual (sellers).

Bodi yang kecil (entah putih atau hitam) menunjukkan sedikit perubahan saja dari harga open ke harga close, dan shadow-nya mengindikasikan bahwa pembeli dan penjual sama-sama melakukan tekanan tetapi salah satunya tidak ada yang lebih kuat.

Walaupun harga open dan harga close tidak banyak perbedaannya pada periode tersebut, tetapi pergerakan atau fluktuasi harga tertinggi dan terendah yang terjadi cukup signifikan. Sisi pembeli maupun sisi penjual sama-sama kuatnya.

Jika spinning tops terbentuk pada saat tren naik (uptrend), biasanya diartikan tidak banyak lagi pembeli (buyers) yang tersisa sehingga ada kemungkinan harga akan berbalik arah.

Jika spinning tops terbentuk pada saat tren turun (downtrend), biasanya diartikan tidak banyak lagi penjual (sellers) yang tersisa sehingga ada kemungkinan harga akan berbalik arah.

Marubozu

Pola Candlestick Morubozu

Marubozu adalah Japanese candlestick yang tidak mempunyai shadows pada kedua sisinya. Warna bodi juga diabaikan, jadi baik itu warna bodinya putih atau hitam tetap disebut Marubozu.

Jadi harga high (tertinggi) dan low (terendah) sama dengan harga open dan close. Contoh bentuk Marubozu seperti gambar berikut :

Marubozu putih (white Marubozu) terdiri dari bodi putih tanpa ada shadow pada sisi atas maupun bawahnya. Harga open sama dengan harga low-nya dan harga close sama dengan harga high-nya.

Candlestick ini bersifat sangat bullish yang menunjukkan bahwa pembeli mengontrol seluruh aktifitas transaksi pada periode tersebut. Hal ini biasanya menjadi bagian pertama dari kelanjutan tren naik atau pola berbalik ke arah tren naik.

Sedangkan Marubozu hitam (black Marubozu) terdiri dari bodi hitam tanpa ada shadow pada sisi atas maupun bawahnya. Harga open sama dengan harga high-nya dan harga close sama dengan harga low-nya.

Candlestick ini bersifat sangat bearish yang menunjukkan bahwa penjual mengontrol seluruh aktifitas transaksi pada periode tersebut. Hal ini biasanya menjadi bagian pertama dari kelanjutan tren turun atau pola berbalik ke arah tren turun.

Doji


Pola Candlestick Doji

Doji adalah Japanese candlestick yang mempunyai harga open dan harga close yang sama atau paling tidak mempunyai bodi yang sangat tipis sekali sehingga kelihatan seperti garis saja.

Doji mengindikasikan keragu-raguan posisi dari pembeli maupun penjual. Harga bergerak ke atas dan ke bawah selama periode tersebut, tetapi ditutup pada harga yang sama dengan harga open atau mendekati harga open. Pada kondisi tersebut, baik penjual maupun pembeli tidak dapat mengontrol pergerakan harga.

Panjang upper dan lower shadow dapat bervariasi sehingga dapat membentuk beberapa macam jenis Doji. Ada 4 jenis spesial dari Doji candlestick :

Ketika Doji terbentuk pada grafik forex (forex chart), kita harus perhatikan dengan seksama proses tersebut.

Jika Doji terbentuk setelah sebelumnya terdapat candlestick dengan bodi putih atau kosong yang panjang (seperti Marubozu putih), Doji memberi sinyal bahwa tekanan pembeli sudah mulai berkurang dan melemah.

Untuk membuat harga kembali naik, dibutuhkan tambahan pembeli lagi. Saat itu, penjual mulai masuk dan mengontrol supaya harga turun kembali.

Jika Doji terbentuk setelah sebelumnya terdapat candlestickdengan bodi hitam atau terisi yang panjang (seperti Marubozu hitam), Doji memberi sinyal bahwa tekanan penjual sudah mulai berkurang dan melemah.

Untuk membuat harga kembali turun, dibutuhkan tambahan penjual lagi. Saat itu,pembeli mulai masuk dan mengontrol supaya harga naik kembali sekaligus mendapatkan harga yang murah.

Ketika penurunan harga tertahan karena kekurangan tambahan penjual, di sisi lain, tambahan pembelian juga dibutuhkan untuk mengkonfirmasi berbaliknya arah pergerakan harga.

Dibutuhkan sebuah candlestick putih yang harga petutupannya (harga close) diatas harga pembukaan (harga open) dari candlestick hitam sebelumnya.

Pada pelajaran selanjutnya, kita akan bahas mengenaipola-pola Japanese candlestick dengan lebih spesifik lagi dan informasi apasaja yang bisa kita dapatkan dari pola-pola tersebut.

Artikel Terkait

Posting Komentar